“Assassin’s Creed”, Film Penyelamatan Warisan Pusaka

0
337
Michael Fassbender beraksi dalam Assassin's Creed
Michael Fassbender beraksi dalam Assassin’s Creed

Diangkat dari latar belakang cerita 1492 atau abad ke-15 di Andalusia, Spanyol. Sekelompok Assassin’s berkumpul untuk bersumpah setia sebagai anggota dan menjaga Apple of Eden yang diincar oleh musuh mereka, Knights Templar.

Pada bagian prolog diceritakan bahwa Apple of Eden dipercaya menyimpan sebuah kunci kebebasan yang ingin direbut Knights Templar.

Cerita kemudian berlanjut ke abad ke-20, di mana seorang bocah bernama Callum Lynch atau Cal yang lihai bergaya bebas dengan sepeda miliknya, mendapati ibunya terbunuh. Ayah Cal lantas menyuruhnya untuk bersembunyi setelah segerombolan orang menuju ke kediaman mereka.

Cerita kemudian kembali lompat ke masa Cal (Michael Fassbender) dewasa. Ia menghadapi vonis hukuman mati karena terjerat kasus pembunuhan. Namun, Cal tiba-tiba terbangun dan sudah berada di sebuah laboratorium bernama Abstergo yang dikelola oleh Dr Sofia (Marion Cotillard) dan ayahnya, Dr Rikkin (Jeremy Irons).

Sebagai balas jasa telah diselamatkan, Sofia meminta Cal untuk bersedia menjalani proyek besar miliknya. Cal bertugas untuk menjemput memori masa lalu Assassin’s. Sofia dan Rikkin rupanya telah menyelidiki riwayat leluhur Cal yang merupakan keturunan tersisa dari Aguilar.

Cal dapat memasuki ingatan Aguilar melalui sebuah mesin virtual yang disebut Animus untuk mengetahui lokasi dari keberadaan Apple of Eden.

Film berdurasi 166 menit itu mengisahkan cerita yang begitu cepat dengan alur maju-mundur dari latar zaman kuno hingga ke modern. Meskipun ceritanya masih bisa dikatakan tetap utuh, namun tergolong rumit.

Belum lagi istilah yang digunakan oleh Assassin’s dan Knights Templar yang disulit dicerna oleh para penonton, khususnya yang bukan pemain game “Assassin’s Creed”.

Dari segi efek visual, film Assassin’s Creed membawa Anda untuk melihat suasana abad ke-15. Rapatnya antar bangunan di sebuah kota pada abad tersebut membuat pergerakan para Assassin’s begitu nyata.

Hal itu terlihat saat mereka bertarung dan berkejar-kejaran ala parkour Assassin’s. Mereka berusaha kabur dari kejaran para Knights Templar yang memburunya.

Mata semakin dimanjakan ketika adegan abad modern menampilkan laboratorium mutakhir dan lengkap. Di mana, Cal dipaksa menggunakan sebuah alat canggih untuk melihat kejadian masa lampau yang dilakukan oleh Aguilar.

Kedua babak itu –kuno dan modern– tampil silih berganti dalam alur cerita. Sedangkan sosok Fassbender cukup apik memerankan dua karakter Aguilar dan Cal. Ia cukup sempurna memerankan karakter misterius Aguilar dan Cal yang tergolong lebih aktraktif.

LEAVE A REPLY