Dibangun Dalam Waktu 6 Bulan, Jembatan Layang Antapani Siap Beroperasi

0
2597
Jembatan Layang Antapani yang dibangun 10 Juni 2016 siap beroperasi dalam waktu dekat.
Jembatan Layang Antapani yang dibangun 10 Juni 2016 siap beroperasi dalam waktu dekat.

BANDUNG – Jembatan Layang Antapani di Bandung telah memasuki tahap akhir yakni tes uji kelayakan sejak dibangun pada 10 Juni 2016 silam.

Hasilnya, jembatan layang tersebut berhasil melalui serangkaian tes uji kelayakan dan telah siap digunakan oleh masyarakat.

“Memasuki tahap akhir, dari beberapa hasil tes, jalan layang telah memenuhi persyaratan teknis,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis H Sumadilaga, Selasa (27/12/2016).

Open Traffic pun sudah diberlakukan selama dua jam dari pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB pagi pada Rabu (28/12/2016) untuk melihat pola pergerakan kendaraan dan perilaku pengemudi.

Rampungnya Jembatan Layang Antapani ini diharapkan Danis mampu mengurangi kemacetan yang selama ini kerap terjadi di persimpangan sebidang Antapani, tepatnya di Jalan Jakarta-Terusan Jakarta.

Pembangunan jalan layang Antapani terhitung cepat, hanya memerlukan waktu 6 bulan mulai dari perencanaan teknis hingga pelaksanaan konstruksi dengan menerapkan sistem pengadaan Rancang-Bangun (Design-Built).

Jembatan sepanjang 400 meter ini dibangun dengan dua lajur dua arah dan menggunakan teknologi struktur baja bergelombang dengan kombinasi mortar busa.

Jembatan Layang Antapani merupakan jembatan pertama di Indonesia yang dibangun menggunakan teknologi tersebut.

Penggunaan teknologi terbaru ini membuat Jembatan Layang Antapani memiliki waktu pengerjaan lebih cepat 50 persen jika dibandingkan dengan pembangunan jembatan layang dengan struktur beton bertulang.

Dari sisi biaya, juga lebih efisien, yaitu sekitar 60 persen-70 persen jika dibandingkan dengan pembuatan jembatan layang dengan struktur beton bertulang.

Untuk membuat satu buah jembatan layang dengan struktur beton bertulang misalnya, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 100 miliar.

Sementara pembangunan jembatan layang dengan struktur baja bergelombang dengan timbunan ringan hanya membutuhkan anggaran Rp 35 miliar.

Jembatan Layang Antapani merupakan proyek infrastruktur hasil kerja sama antara Pusat Jalan dan Jembatan (Pusjatan), Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PUPR, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, dan Posco Steel Korea.

Adapun rincian biaya sebesar Rp 35 miliar datang dari Kementerian PUPR sebesar Rp 21,5 miliar, Pemkot Bandung senilai Rp 10 miliar, dan Rp 2 miliar berupa material dari Posco Steel Korea.

Selain di Antapani, Kementerian PUPR juga berencana membangun lima jembatan layang lagi dengan teknologi sejenis di lima lokasi di wilayah Kabupaten Brebes dan Tegal pada tahun ini.

Kelima lokasi itu adalah Dermoleng, Klonengan, Kesambi, Karang Sawah, dan Kretek.

Jembatan layang di lima wilayah tersebut ditargetkan rampung sebelum Lebaran 2017 agar mampu mengurai kemacetan ketika arus mudik tiba.

LEAVE A REPLY