Sulit Untuk Membatasi Anggaran Tim Formula 1

0
160
Pebalap Mercedes AMG Petronas F1, Lewis Hamilton, memimpin jalannya balapan sesaat setelah melakukan start pada GP Malaysia di Sirkuit Sepang, 29 Maret 2015.
Pebalap Mercedes AMG Petronas F1, Lewis Hamilton, memimpin jalannya balapan sesaat setelah melakukan start pada GP Malaysia di Sirkuit Sepang, 29 Maret 2015.

Formula1 – Pemilik saham terbesar baru Formula 1 (F1) Liberty Media, sudah berancang-ancang memainkan gaya Amerika mereka. Hanya, gaya tersebut belum tentu bisa diterapkan.

Penulis: Arief Kurniawan

Salah satu kunci sukses bola basket NBA adalah adanya pembatasan gaji bagi para pemain profesional mereka. Berbekal semangat serupa, Liberty Media ingin F1 juga menerapkan pembatasan anggaran, tapi untuk urusan tim secara keseluruhan.

Saat ini, tim-tim F1 bisa menghabiskan anggaran hingga ratusan juta dollar atau euro dalam setahun. Dana itu digunakan untuk segala hal. Mulai dari operasional tim, pengembangan mobil, dan tentu saja gaji pebalap.

Ironisnya, anggaran sebesar tersebut belum bisa membuat tontonan yang mendatangkan puluhan ribu pasang mata untuk hadir langsung ke sirkuit. Saat ini, kecenderungan jumlah penonton di hampir setiap balapan selalu menurun jumlahnya.

Inilah yang menjadi dasar Liberty Media memberlakukan budget cap (pembatasan anggaran) untuk tim. Mereka ingin dana besar itu dialihkan sebagian untuk mendatangkan penonton ke sirkuit.

“Menghabiskan sebagian besar dari 400 juta dollar AS (sekitar Rp 5,37 miliar) itu hanya untuk pengembangan teknologi, sungguh tak masuk akal. Kami ingin mengubah kultur tersebut,” seperti ditulis The Telegraph dalam laporannya tentang keinginan Liberty Media.

Ada Ketimpangan

Ide pembatasan anggaran bukan hal baru di F1. Pada 2009 pernah ada wacana anggaran dibatasi hanya 40 juta dollar AS (setara Rp 537,3 miliar). Tak butuh waktu lama proposal itu untuk kemudian ditolak, terutama oleh Ferrari.

Presiden Ferrari, Sergio Marchionne, kembali menegaskan sulitnya membatasi anggaran di F1.

“Kalau melihat laporan keuangan 4-5 tahun terakhir, kami tidak bisa menghemat satu euro pun. Sayangnya, uang sebesar itu tidak hanya mendatangkan hasil yang kami inginkan,” kata Marchionne.

Namun, Marchionne selalu mendukung usaha Federasi Otomobil Internasional (FIA) untuk mengurangi anggaran buat F1.

Hingga saat ini Liberty Media belum mengeluarkan angka pasti berapa anggaran buat masing-masing tim F1 bila benar terjadi pembatasan.

Faktanya, terjadi ketimpangan anggaran antara The Big Four (Mercedes, Red Bull, Ferrari, McLaren) dengan tim-tim lainnya.

Empat tim di atas memiliki anggaran sebeser 400 juta euro (sekitar Rp5,6 triliun), sementara yang lain tak sampai 200 juta Euro (setara Rp 2,8 triliun).

Ketimpangan ini akan membuat kesulitan tersendiri bila harus menentukan satu jumlah yang berlaku untuk semua tim. Namun, bila ada gradasi masih ada kemungkinan rencana Liberty Media ini terlaksana.

Estimasi Anggaran Tim Formula 1 2016:

1. Red Bull 468,7 juta euro
2. Mercedes 467,4 juta euro
3. McLaren 465 juta euro
4. Ferrari 418 juta euro
5. Williams 186,4 juta euro
6. Renault 139,1 juta euro
7. Toro Rosso 137,4 juta euro
8. Force India 129,7 juta euro
9. Sauber 103,2 juta euro
10. Manor 83 juta euro

LEAVE A REPLY