Ini Beda Virus Corona Varian Delta dengan Virus Biasa

  • Whatsapp
corona varian delta
Ilustrasi Virus Corona Varian Delta

Masa libur lebaran 2021 lalu merupakan awal mula lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia. Terlebih infeksi virus corona varian Delta dari India disinyalir turut menyumbang lonjakan kasus harian COVID-19 di Indonesia.

Melansir Kontan.co.id, menurut data Stagas COVID-19, hingga Selasa (15/6) terdapat tambahan 8.161 kasus baru yang terinfeksi virus corona. Sehingga total menjadi 1.927.708 kasus positif corona di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, jumlah pasien yang terkonfirmasi positif corona dan dinyatakan sembuh berjumlah 1.757.642 orang. Sedangkan jumlah pasien meninggal akibat terpapar virus corona mencapai 53.280 orang.

Pada Minggu (14/6/2021), lonjakan kasus positif COVID-19 diinformasikan mencapai 9.868 orang.

Gejala Virus Corona Varian Delta

Kenali gejala positif COVID-19 akibat virus corona varian Delta dari India agar segera mendapat penanganan tepat dan tidak menyebar ke orang lain.

Virus corona Delta disebut 40 persen lebih mudah menularkan COVID-19, mulai menyebar dan banyak terdeteksi di Indonesia. Varian Delta juga disebutkan dapat meningkatkan risiko perawatan rumah sakit hingga dua kali lipat.

Virus corona varian Delta ini pertama kali ditemukan di India. Hingga kini, varian Delta tersebut telah menyebar luas dan terkonfirmasi ada di 74 negara di dunia, termasuk Indonesia. Virus corona Delta di Indonesia tercatat telah menginfeksi sejumlah masyarakat di DKI Jakarta, Kabupaten Kudus dan Kabupaten Bangkalan.

Seperti yang diberitakan NBC Miami pada 10 Juni 2021, gejala positif COVID-19 dari infeksi corona varian Delta ini pada dasarnya hampir sama dengan gejala yang ditimbulkan oleh virus asalnya. Namun pada infeksi virus corona Delta, gejala positif COVID-19 yang ditimbulkan akan terjadi dengan lebih parah dan dinilai lebih sulit ditangani melalui penanganan medis.

Adapun gejala COVID-19 varian Delta di antaranya:

  • Sakit perut
  • Hilangnya selera makan
  • Muntah
  • Mual
  • Nyeri sendi
  • Gangguan pendengaran

Kebanyakan pasien COVID-19 yang terinfeksi virus corona varian Delta dari India ini juga membutuhkan perawatan medis di rumah sakit, bahkan bantuan oksigen dan menderita komplikasi lain.

Seorang dokter penyakit menular di Apollo Hospital India, Abdul Ghafur, lebih lanjut menjelaskan prevalensi gangguan pencernaan sebagai gejala yang ditimbulkan oleh infeksi varian Delta lebih besra daripada gejala serpa yang disebabkan oleh strain virus asalnya.

Sementara itu, The Guardian menyebutkan data studi gejala yang dijelaskan oleh Tim Spector seorang profesor Epidemologi Genetika, gejala positif COVID-19 yang timbul dari varian Delta terasa seperti flu yang parah.

“Covid sekarang berbeda, dia lebih menyerupai flu yang parah. Orang-orang mungkin berpikir hanya mengalami flu musiman dan mereka tetap pergi ke pesta, kami pikir ini masalah,” ungkap Tim yang dilansir dari Kontan.co.id.

Tim menyebutkan, sejak awal Mei 2021, pihaknya telah membeberkan data aplikasi gejala yang paling banyak dilaporkan oleh penderita COVID-19 saat ini berbeda dari gejala yang dikeluhkan sebelum-sebelumnya. Gejala positif COVID-19 yang kini paling jaman ditemui dan dilaporkan adalah sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek dan demam.

Padahal, gejala COVID-19 yang diakibatkan oleh virus corona pada umumnya di antaranya demam, batuk, dan anosmia atau kehilangan kemampuan membau dan indera perasa.

Demikian gejala positif COVID-19 akibat virus corona Delta dari India. Kenali perbedaan gejalanya agar pasien dapat ditangani dengan baik dan tepat. Tetap patuhi protokol kesehatan karena pandemi COVID-19 ini belum berakhir.

Baca juga: Varian Corona dari India Disebut Terdeteksi di Jakarta,Kudus dan Bangkalan

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan