Singapura Siap Longgarkan Kebijakan Lockdown, Ini 9 Poin Aturannya

  • Whatsapp

Singapura akan melonggarkan beberapa aturan lockdown yang sudah dilaksanakan selama 13 bulan sejak Senin (21/6/2021). Seperti yang disampaikan oleh gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Singapura pada Jumat (18/6/2021) yang dilansir dari Straits Times.

Pengumuman tersebut dikeluarkan di tengah peningkatan kasus COVID-19 ditingkat lokal selama semingu terakhir yang disebabkan oleh adanya klaster pasar dan pusat makan Bukit Merah View 115.

Bacaan Lainnya

Pembatasan ini akan lebih banyak dilonggarkan pada pertengahan Juli mendatang. Kecuali bila terdapat tempat yang menjadi klaster besar COVID-19 baru yang muncul, maka pelonggaran lockdown tersebut akan dipertimbangkan oleh pemerintah setempat.

Beberapa Poin Penting Menjelang New Normal di Singapura

1. Makan di tempat di sejumlah restoran dan sejenisnya, akan diizinkan namun hanya diperbolehkan berkelompok 2 orang

Usaha makanan dan minuman (F&B) akan diizinkan untuk memberikan layanan makan di tempat mulai Senin (21/6) namun hanya dibatasi untuk 2 pengunjung saja tiap kelompok atau setiap meja.

Menteri Kesehatan Singapura mengatakan, pihaknya akan meningkatkan batasan ini sampai dengan 5 orang (per kelompok) pada pertengahan Juli. Kecuali jika ada peristiwa superspreader (penyebaran besar) atau terdapat klaster besar baru yang muncul.

Kelompok yang lebih dari 2 orang dari rumah tangga yang berbeda, tidak diizinkan untuk makan di tempat bersama meskipun mereka dibagi dalam beberapa meja.

Namun kelompok yang lebih besar dan dari 1 rumah tangga yang sama, akan diizinkan untuk makan di tempat dengan ketentuan 2 orang per-meja.

Memutar musik rekaman juga tidak diizinkan di tempat makan dan minuman untuk meminimalisir risiko transmisi dari pengunjung yang berbicara keras.

Pengunjung harus terus mengamati jarak aman dan tetap memakai masker kecuali pada saat makan dan minum.

2. Resepsi pernikahan masih dilarang hingga pertengahan bulan Juli

Singapura
Ilustrasi Resepsi Pernikahan (freepik)

Resepsi pernikahan, seperti makan malam pernikahan atau makan siang, dapat membawa resiko yang lebih tinggi. Hal tersebut dikarenakan pengunjung akan cenderung banyak bersosialisasi dengan pengunjung lainnya. Selain itu, menurut Menteri Kesehatan Singapura, durasi resepsi pernikahan biasanya dilakukan dalam waktu yang lama.

Menteri Kesehatan setempat akan terus melanjutkan pelarangan acara resepsi pernikahan setidaknya sampai dengan pertengahan Juli. Jika terdapat perubahan lebih lanjut akan diumumkan selanjutnya.

Saat resepsi pernikahan diizinkan untuk diselenggarakan. Rapid test akan diwajibkan bagi semua pengunjung resepsi dengan jumlah undangan mencapai 100 orang.

Untuk resepsi dengan jumlah tamu mencapai 50 orang saja, rapid test sebelum acara hanya diwajibkan untuk orang-orang inti yang terlibat dalam acara. Seperti pasangan pengantin, pengiring pengantin dan wedding organizer.

Sedangkan resepsi pernikahan dengan tampu undangan 20 orang saja termasuk kedua mempelai, tetap diizinkan untuk diselenggarakan.

3. Tempat gym dan fitnes diizinkan untuk buka

Singapura
Ilustrasi tempat gym (freepik)

Kegiatan dalam ruangan yang melibatkan banyak peserta yang memungkinkan untuk melepas masker seperti di gym dan fitnes, dapat dibuka mulai Senin (21/6).

Namun pembatasan jumlah perkelompok tetap dilaksanakan. Dengan jumlah anggota per kelompok sebanyak 2 orang dan peserta kelas dibatasi tidak lebih dari 30 orang, termasuk instruktur.

Kegiatan yang dilakukan diluar ruangan dapat dilaksanakan dengan jumlah 5 orang per kelompok dan jumlah peserta keseluruhan 30 orang.

4. Work from Home akan tetap menjadi standar utama

Singapura
Work From Home (freepik)

Menkes Singapura menyebutkan, para pekerja harus tetap melanjutkan aktivitas bekerja dari rumah selama masih memungkinkan. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi jumlah interaksi dengan orang-orang di tempat kerja dan di tempat umum seperti transportasi umum.

Pengusaha harus memastikan bahwa para pekerja yang perlu untuk pergi ke tempat kerja dapat diterapkan sistem shifting atau bergiliran dengan penerapan jam kerja yang lebih fleksibel.

Penempatan pekerja yang saling silang antar department juga tidak diperbolehkan dan pertemuan sosial serta acara yang terdapat makanan dan minuman juga masih dilarang.

5. Dukungan bantuan diperpanjang

Singapura
Beberapa usaha yang terdampak lockdown Singapura (straitstimes)

Meningat masih berlanjutnya pembatasan pada berbagai kegiatan, pemerintah Singapura akan memperpanjang peningkatan skema dukungan pekerjaan pada sektor sektor yang terdampak selama 3 minggu.

Bantuan tersebut di antaranya sebesar 50 persen untuk usaha yang tetap tutup atau yang telah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat di tempatnya seperti tempat usaha makanan minuman, gym dan fitnes serta tempat pertunjukan seni dan tempat pendidikan seni.

Sektor lainnya yang terpengaruh secara signifikan seperti retail tempat berbelanja, bioskop, museum dan tempat hiburan keluarga akan mendapatkan bantuan sebesar 30 persen.

Bantuan akan diturunkan menjadi 10 persen selama dua minggu, mulai dari 12 Juli mendatang.

Bantuan lainnya yang diberikan untuk pedagang asongan, seperti subsidi biaya dan keringanan biaya sewa, akan tetap diberikan setidaknya sampai dengan pertengahan Juli.

6. Uji coba untuk kelompok pelaku usaha makanan-minuman dan staff lainnya akan dimulai pertengahan Juli

Singapura
Salon kecantikan akan diizinkan beroperasi (freepik)

Uji coba rutin menggunakan tes yang cepat dan mudah seperti rapid test antigen akan dijadikan standar wajib bagi staf yang terlibat dalam aktivitas yang berisiko tinggi dalam penularan COVID-19. Seperti karyawan di outlet F&B dengan layanan makan di tempat, layanan perawatan tubuh seperti panti pijat dan salon kecantikan, serta gym dengan pengunjung yang memungkinkan untuk melepas masker.

Para pekerja diwajibkan untuk melakukan rapid test 14 hari sekali. Usaha dengan skala kecil yang tidak mampu melaksanakan tes secara mandiri, dapat mengirimkan pekerja mereka ke pusat tes COVID-19 setempat.

7. Uji coba untuk pengunjung Panti Jompo dimulai pada 21 Juni

Kunjungan untuk pasien di panti jompo mulai diizinkan pada Senin (21/6/2021). Sebelumnya, kunjungan ke panti jompo sempat ditangguhkan sejak 5 Juni lalu.

Pengunjung panti jompo akan diminta untuk melakukan rapid test terlebih dahulu sebelum berkunjung, dengan hasil tes negatif COVID-19. Selain itu, pembatasan jumlah pengunjung juga diterapkan guna mencegah penyebaran virus corona.

8. Kotak pemeriksaan keluar masuk ‘SafeEntry’ akan disebar di berbagai tempat

Singapura
SafeEntry (straitstimes)

Salah satu teknologi yang diterapkan di Singapura adalah SafeEntry, dimana perangkat tersebut memungkinkan untuk memeriksa dengan mudah hanya dengan menempelkan hp atau token tracetogether.

Alat yang berfungsi untuk pengecekan keluar masukitu  akan lebih banyak disebar di beberapa titik di Singapura, sebagai upaya pelecakan kontak fisik yang lebih tepat dan akurat.

Perangkat ini akan ditempatkan di tempat-tempat yang ramai pengunjung di Singapura seperti mall, rumah sakit dan poliklinik. Selain itu, SafeEntry akan ditempatkan di tempat dimana orang-orang memungkinkan untuk melepas masker dan saling berinteraksi dengan durasi yang cukup lama seperti di tempat makan dan minum, serta gym.

9. Kewajiban tes COVID-19 bagi mereka yang berpotensi tertular dan menular

Singapura
Ilustrasi tes COVID-19 (freepik)

Data yang dihimpun melalui SafeEntry akan digunakan sebagai upaya untuk memperkuat pertahanan dan mencegah terbentuknya klaster baru yang lebih besar.

Peringatan kesehatan akan dikirim melalui SMS kepada mereka yang telah mengunjungi hot spot (area publik yang dipasang perangkat SafeEntry pada hari yang sama dengan orang telah terinfeksi dan mungkin telah terpapar COVID-19.

Mereka akan diminta untuk menjalani  tes  di beberapa lokasi rapid test yang ditunjuk dan diwajibkan melakukan isolasi mandiri hingga hasil tes dinyatakan negatif. Selain itu, mereka juga akan diberikan alat tes mandiri untuk digunakan di rumah guna memastikan mereka tidak terinfeksi dan terpapar virus.

Sumber: Straits Times

 

Baca juga: Kenali Ciri-ciri Gejala COVID-19 yang Beda dengan Flu Biasa, Apa saja?

Pos terkait

Tinggalkan Balasan