Ketum PBNU Jadi Komisaris Utama PT KAI (Persero)

  • Whatsapp
Ketum PBNU
Ketua Umum PBNU menjadi Komisaris Utama PT KAI (Foto: Ist)

Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siroj diangkat menjadi Komisaris Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir. Said Aqil menggantikan posisi Jusman Syafii Djamal.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga memberikan penjelasan perihal penunjukkan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj selaku komut merangkap komisaris independen PT KAI.

Menurut dia, Kiai Said juga dikenal sebagai komisaris utama Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (Indonesia Commodity and Derivatives Exchange/ICDX).

“Jadi beliau sudah punya pengalaman yang banyak mengenai pengelolaan bisnis dan sebagai komisaris. Jadi bukan sesuatu yang baru bagi beliau,” ujar Arya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (3/3/2021) dikutip dari CNBC Indonesia.

“Jadi beliau paham bagaimana jalannya sebuah market perusahaan dan sebagainya. Itu hal utama bagi kami bahwa beliau pernah punya pengalaman sebagai komisaris dan komut,” lanjutnya.

Kemudian, lanjut Arya, Kementerian BUMN membutuhkan tokoh umat di KAI dan BUMN. Sosok Kiai Said, menurut dia, juga bisa membangun nilai-nilai kebangsaan di BUMN karena yang bersangkutan merupakan ulama besar.

Adapun Said Aqil merupakan Ketum PBNU sejak 2010. Ia aktif sebagai pengajar atau dosen luar biasa di UNU. Ia juga menjadi Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia.

Sebelum ini Erick Thohir beberapa kali merombak susunan direksi perusahaan pelat merah. Pada 11 Februari lalu ia menunjuk Wishnutama Kusubandio sebagai Komisaris Utama PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel. Pada awal Februari lalu, ia juga menunjuk Pahala Mansury menjadi Wakil Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

Jajaran Komisaris PT KAI yang baru.

  • Said Agil Siroj (Komut merangkap Komisaris Independen)
  • Riza Primadi (Komisaris Independen)
  • Rochadi (Komisaris Independen)
  • Diah Nataliza (Komisaris)
  • Chairul Anwar (Komisaris)

Baca juga: Jokowi Minta ASEAN Tangani Masalah Muslim Rohingya di Rakhine State 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan