Fakta Oseltamivir Obat untuk COVID-19 yang Dibatasi Peredarannya

  • Whatsapp
Oseltamivir

Belakangan ramai orang-orang mencari obat oseltamivir. Obat yang tiba-tiba langka ini dipertanyakan oleh banyak orang.

Di tengah pandemi yang semakin mencekam, obat oseltamivir diburu oleh pasien yang melakukan isolasi mandiri karena terinfeksi COVID-19. Oseltamivir adalah obat antivral yang digunakan untuk pengobatan dan pencegahan influenza atau flu tipe A dan B.

Obat ini tergolong kedalam obat antivirus yang bekerja dengan menghentikan aktivitas virus untuk berkembang. Di awal masa pandemi COVID-19, obat ini diberikan secara empiris karena sulitnya membedakan gejala COVID-19 dengan infeksi Flu.

Mengutip Alodokter, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa oseltamivir tidak efektif untuk mengatasi infeksi virus Corona. Obat ini sudah tidak lagi menjadi standar perawatan COVID-19. Namun masih bisa digunakan pada pasien COVID-19 yang diduga terinfeksi virus influenza.

Obat ini mampu meredakan gejala influenza, sehingga hanya menimbulkan gejala ringan serta memperpendek waktu yang dibutuhkan untuk sembuh.

Selain itu, obat ini juga dapat digunakan untuk pencegahan penularan influenza jika seseorang melakukan kontak atau tinggal bersama pasien influenza. Perlu diingat, influenza berbeda dengan pilek biasa. Oleh karena itu, oseltamivir tidak bisa mengobati pilek biasa.

Cara kerja

Obatini bekerja dengan menghambat enzim neuraminidase. Enzim ini berfungsi untuk mereplikasi virus sehingga virus dapat dengan mudah menyebar di dalam tubuh manusia dan menyebabkan sakit.

Pada virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19, tidak diperlukan enzim neuraminidase. Oleh karena itu, obat ini tidak efektif untuk meredakan gejala COVID-19 dan hanya akan bekerja efektif pada pasien COVID-19 yang diduga memiliki infeksi sekunder yaitu infeksi influenza.

Dosis oseltamivir

Obat ini tersedia dalam bentuk kapsul dan suspensi untuk dikonsumsi lewat mulut. Pada pengobatan influenza, obat ini harus diminum dua kali sehari selama 5 hari. Dokter akan menentukan jumlah dosis yang tepat untuk Anda. Penggunaan obat ini harus disertai resep dokter.

Seperti halnya antibiotik, doses oseltamivir yang telah diberikan oleh dokter harus diminum sampai habis walaupun Anda sudah merasa lebih baik. Tidak menghabiskan obat atau terlewat meminim slaah satu dosis, dapat menyebabkan obat tidak bekerja dengan optimal.

Baca juga: Layanan Telemedicine untuk Pasien Isoman Covid Sudah Berlaku, Ini 11 Platformnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan