Hujan Selama 3 Jam Sebabkan Banjir di China

  • Whatsapp
Banjir di China
Sejumlah warga memandangi mobil-mobil yang terdampak banjir (foto: AFP)

Curah hujan yang sangat tinggi sebabkan banjir di China pada Kamis (22/7). Banjir tersebut melanda kota Zhengzhou, provinsi Henan.

Banjir di China tersebut terjadi akibat hujan yang sangat deras mengguyur selama 3 jam. Banjir tersebut bahkan menggenangi lorong kereta bawah tanah dan mobil-mobil nampak bertumpuk saat surut.

Penyebab Banjir di China

Melansir Kompas.com, petugas cuaca setempat menginformasikan bahwa curah hujan setahun mengguyur kota Zhengzhou hanya dalam waktu tiga jam. Akibatnya saluran air tidak mampu menampung dan terjadi banjir hingga ke sistem kereta bawah tanah, lahan pertanian dan terowongan jalan.

Ratusan ribu orang yang berada di daerah sekitar Zhengzhou juga terdampak banjir ini. Zhengzhou adalah salah stau kota yang paling parah terdampak banjir di China.

Pada Selasa (20/7) air mulai naik di saat jam-jam sibuk. Akibatnya para penumpang kereta bawah tanah terendam setinggi leher orang dewasa.

Dalam peristiwa banjir di China tersebut setidaknya 12 orang diketahui tewas sebelum tim penyelamat berhasil mengevakuasi mereka dari gerbong kereta.

Warga mulai menyelamatkan kenderaan mereka ke tempat yang lebih tinggi saat air mulai surut. Akses komunikasi dan listrik juga terdampak akibat banjir ini.

Sementara itu di kota Anyang utara Zhengzhou, masyarakat diperingatkan untuk waspada adanya hujan lebat yang akan terjadi pada Kamis (22/7).

Pemerintah setempat juga memerintahkan sekolah untuk ditutup dan sebagian besar pegawai untuk tetap berada di rumah.

Otoritas peramal cuaca setempat mengatakan bahwa topografi provinsi Henan dan Topan In-Fa menyebabkan hujan deras.

Perubahan iklim juga menyebabkan cuaca ekstrem seperti ini menjadi lebih umum dan kerap terjadi karena suhu yang semakin panas.

Provinsi Henan dan sejumlah wilayah di China memiliki aliran sungai yang banyak. Selain itu beberapa bendungan dan waduk juga dibangun pada beberapa dekade terakhir untuk mengelola banjir dan mengairi pertanian.

Upaya tersebut tidak berbanding lurus dengan pembangunan kota dan gedung-gedung yang mengganggu aliran drainase.

 

Baca juga: Olimpiade Tokyo 2020: Ini Daftar Atlet-atlet Indonesia

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan