Syed Saddiq, Mantan Menpora Malaysia Didakwa Korupsi Rp3,4 Miliar

  • Whatsapp
Syed Saddiq
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq yang tengah didakwa kasus korupsi (Instagram/syedsaddiq)

Syed Saddiq mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia didakwa telah melakukan korupsi dari eks partainya. Mantan anggota partai Pribumi Bersatu Malaysia itu disebut telah menyalahgunakan dana partai hingga RM1 juta atau setkitar Rp3,4 miliar.

Anggota parlemen kota Muar tersebut mendapatkan dua dakwaan sekaligus saat hadir di pengadilan Kuala Lumpur pada Kamis (22/7).

Dakwaan pertama menyebutkan bahwa Syed Saddiq dianggap melanggar kepercayaan dengan menarik cek senilai RM1 juta dari rekening partai tanpa persetujuan pimpinan partai.

Syed Saddiq didakwa melakukan pelanggaran berdasarkan Pasal 405 KUHP di Menara CIMB Kuala Lumpur pada 6 Maret 2020.

Kedua, dia juga dituding menyelewengkan dana RM120.000 atau sekitar Rp411,6 juta dari dana pemilu partai tahun 2018 silam.

Melansir New Starits Times, atas pelanggaran tersebut Syed Saddiq diancam dengan hukuman penjara maksimal 10 tahun, denda dan hukum cambuk.

Pengadilan mensyaratkan jaminan sebesar RM330.000 atau Rp1,13 miliar dengan satu penjamin. Hakim juga memerintahkan Syed untuk melapor ke MACC (Komisi Anti-Korupsi Malaysia) terdekat satu bulan sekali dan paspornya akan disita hingga kasusnya selesai.

Syed Saddiq Bantah Tuduhan Korupsi

Syed Saddiq
(Twitter/SyedSaddiq)

Di depan Hakim Azura Alwi, Syed Saddiq menegaskan bahwa diirnya tidak bersalah dan meminta keadilan.

Usai dibebaskan bersyarat, mantan Menpora periode 2018-2020 itu mengaku bahwa dirinya dijegal karena menolak mendukung koalisi Perserikatan Nasional milik Muhyiddin.

“Jika kalian pikir dakwaan ini akan melemahkan saya, kalian salah. Saya malah makin bersemangat untuk membersihkan Malaysia dan membangun Malaysia untuk semua orang Malaysia,” tegasnya kepada The Star.

“Ancaman itu tidak akan melemahkan moral saya, tetapi pada kenyataannya, hanya akan memperkuatnya,” ungkap Syed usai menghadapi tuduhan korupsi di Pengadilan Sidang Kuala Lumpur.

Ia mempertanyakan mengapa baru didakwa sekarang, karena perintah untuk dakwaan sebenarnya telah diberikan pada Agustus tahun lalu.

Hal tersebut membuat Syed Saddiq semakin yakin bahwa dakwaan yang dilimpahkan padanya memiliki unsur motif politik. Dengan tegas ia akan menentangnya di hadapan majelis hakim.

Galang Dukungan Melalui Media Sosial

Syed Saddiq
(Twitter/SyedSaddiq)

Selepas dibebaskan bersyarat, Syed diwajibkan membayar uang jaminan sebesar RM330.000. Kuasa hukum Syed Saddiq sempat menyatakan keberatan dengan jumlah jaminan tersebut.

Pihaknya mengatakan bahwa jumlah tersebut tidaklah seimbang dan di luar batas normal. Namun pengadilan tetap membebankan jaminan tersebut kepada Syed.

Pemuda 28 tahun yang saat ini menjabat sebagai anggota Parlemen kota Muar itu menggalang dana dan dukungan dari para pendukungnya melalui media sosial.

Dalam kurun waktu 24 jam, Syed berhasil mendapatkan dukungan dana lebih dari RM700.000 dari sekitar 9800 donatur.

Melalui akun Twitter pribadinya, Syed mengungkapkan rasa bersyukur dan terima kasih sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah mendukungnya.

“Saya berhutang budi kepada Malaysia. Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih. Selamanya saya berhutang budi. Saya tidak akan pernah berhenti hingga kita semua berhasil membangun Malaysia, untuk seluruh warga Malaysia,” tulisnya.

Syed mengatakan bahwa uang hasil donasi tersebut sudah lebih dari cukup untuk membayar uang jaminan kepada pengadilan. Ia akan mempertaruhkan namanya di pengadilan yang akan digelar September mendatang.

Baca juga: Hujan Selama 3 Jam Sebabkan Banjir di China

Pos terkait

Tinggalkan Balasan