Hari Terakhir PPKM Level 4, Apakah Akan Diperpanjang?

  • Whatsapp
PPKM Level 4
Pemeriksaan kendaraan yang akan memasuki Kota Surabaya selama PPKM Darurat (Foto: Dimas Maulana/Jawa Pos)

Hari Minggu (25/7) merupakan hari terakhir penerapan PPKM level 4 seperti yang diputuskan oleh Presiden Joko Widodo 20 Juli lalu. Kebijakan ini bertujuan untuk menekan laju penyebaran COVID-19 di Indonesia.

Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sejak 3 Juli hingga 20 Juli 2021. PPKM Level 4 diberlakukan setelah Presiden Jokowi menyetop kebijakan PPKM Darurat Selasa (20/7).

Bacaan Lainnya

Dalam jumpa persnya, Presiden Jokowi menyatakan akan mengevaluasi PPKM Level 4 selama lima hari diberlakukan. Jika angka kasus COVID-19 mulai menurun, pemerintah akan melakukan pembukaan PPKM secara bertahap.

Lonjakan Kasus COVID-19

Melansir CNN Indonesia, berdasarkan rilis harian Satgas COVID-19 selama empat hari terakhir, angka kasus penyebaran virus Corona ini masih terbilang fluktuatif. Belum menunjukkan penurunan yang signifikan.

Penambahan kasus terbanyak selama PPKM Level 4 terjadi pada 23 Juli yaitu sebanyak 49.509 kasus. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan hari terakhir kebijakan PPKM Darurat pada 20 Juli lalu dengan jumlah kasus harian terkonfirmasi positif bertambah 38.325 kasus.

Jumlah tersebut memang tidak lebih tinggi dibandingkan rekor tertinggi kasus COVID-19 pada 15 Juli lalu sebanyak 57.757 kasus. Selama empat hari terakhir, jumlah kasus positif tidak pernah berada di bawah 30 ribu kasus.

Akankah PPKM Level 4 Diperpanjang?

Pada hari terakhir kebijakan ini diberlakukan, terdapat berbagai pro dan kontra yang menimbang apakah kebijakan PPKM Level 4 ini baik dihentikan atau diperpanjang.

Tim Satgas COVID-19 menjelaskan bahwa kebijakan ini sudah dilaksanakan dengan baik.

“Kita sudah menjalankan PPKM Level 4 ya berarti kita memang melakukan pengetatan pembatasan sosial ya,” ungkap Juru Bicara Kementrian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi pada Sabtu (24/7) yang dikutip dari Pikiran Rakyat.

Nadia menuturkan bahwa hingga Minggu, 25 Juli 2021 pihak Kemenkes masih belum mendapatkan kejelasan bagaimana kelanjutan kebijakan ini.

Pihaknya masih menunggu instruksi dan arahan apakah kebijakan ini akan dilonggarkan atau tidak.

Sementara itu, beberapa pihak menyuarakan agar PPKM Level 4 tetap diberlakukan alias diperpanjang. Pendapat tersebut diungkapkan oleh mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama.

Dia meminta agar kebijakan tersebut kembali diperpanjang mengingat angka kematian COVID-19 masih tinggi. Selain angka kematian, kasus penyebaran virus Corona masih terbilang cukup tinggi.

Prof. Tjandra juga menjelaskan bahwa positivity rate tes COVID-19 di Indonesia masih berada di angka 25 hingga 40 persen.

“Artinya potensi penularan di masyarakat masih amat tinggi sekali, sehingga pembatasan sosial masih amat diperlukan untuk melindungi masyarakat,” ungkap Prof. Tjandra.

Keputusan untuk melonggarkan atau memperpanjang kebijakan ini tentu berada di tangan pemerintah pusat. Masyarakat berharap agar kebijakan yang diterapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan. Mengingat banyaknya masyarakat yang mengalami pelemahan perekonomian sebab adanya PPKM ini.

Baca juga: PPKM Darurat Diperpanjang Hingga 6 Minggu, Bagaimana Dampaknya Terhadap Ekonomi?

Pos terkait

Tinggalkan Balasan