Alasan Cheetos dkk Berhenti Beredar di Indonesia per-Agustus 2021

  • Whatsapp
Cheetos

Beberapa waktu belakangan ini beredar kabar bahwa makanan ringan dengan merek Cheetos, Lays dan Doritos dikabarkan akan berhenti beredar per Agustus 2021 ini.

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) telah emmborong saham dari produsen Cheetos, Lays dan Doritos, yaitu PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) pada Februari lalu.

Total saham yang dibeli ICBP mencapai 49% dari total seluruh saham yang diterbitkan IFL. Angka tersebut senilai Rp494 miliar. Saham tersebut awalnya dimiliki Fritolay Netherland Holding B.V., afiliasi dari PepsiCo Inc.

Seperti yang telah diumumkan sebelumnya, transaksi pembelian saham tersebut menyebabkan tiga merek camilan ternama Cheetos, Lays dan Doritos berhenti diproduksi di Indonesia per Agustus 2021 selama tiga tahun kedepan.

Bukan hanya produksi, baik Drito-Lay, PepsiCo maupun pihak afiliasi lainnya dilarang mengemas, menjual, memasarkan atau mendistribusikan produk makanan ringan apapun di Indonesia.

Kedepannya, dengan tidak lagi diproduksi dan dipasarkannya ketiga makanan ringan ini, ICBP akan menggantinya dengan merek yang dikembangkan sendiri oleh Indofood seperti Chitati, Qtela, Chiki dan JetZ.

Kisah perjalanan Cheetos dkk

Cheetos, Lays dan Doritos merupakan camilan yang terkenal di Indonesia bahkan di dunia. Lays sudah diproduksi sejak sekitar 75 tahun lalu dan pertama kali dipasarkan oleh Herman W. Lay pada tahun 1930-an.

Melansir Insider, saat itu Herman yang berprofesi sebagai salesman menjual Lays berkeliling menggunakan mobilnya di sekitar wilayah Nashville, Tennessee, Amerika Serikat. Di tengah-tengah membangun perusahaan keripiknya, muncul pesaing bernama Fritos.

Setelah bersaing hampir 30 tahun, Lays dan Fritos bergabung membentuk Frito-Lay pada tahun 1961. Berselang empat tahun kemudian, perusahaan gabungan tersebut bergabung dengan Pepsi-Cola dan membentuk PepsiCo.

Sementara itu, merek makanan ringan Cheetos ditemukan pada 1948 oleh Charles Elmer Doolin, pendiri Fritos, di Dallas, Texas. Doolin akhirnya bermitra dengan Herman W. Lay untuk memproduksi Cheetos secara nasional derta produk kentang lainnya bernama Fritatos.

Cheetos terbukti sangat sukses diterima oleh masyarakat. Akhirnya Doolin dan Herman Lay menggabungkan dua perusahaan mereka dan membentuk Frito-Lay Inc. Seluruh makanan ringan Frito-Lay tersebut akhirnya dimiliki oleh PepsiCo.

Sedangkan Doritos, makanan ringan jenis keripik tortila, merupakan produksi Frito-Lay yang dipasarkan secara komersial sekitar tahun 1964.

Doritos dengan cepat menjadi populer di california Selatan dan pada tahun 1966 tersedia di seluruh California. Pada 1967, Doritos hadir dengan rasa baru yaitu rasa bumbu taco dan pada 1972 muncul rasa baru yaitu rasa keju nacho yang paling populer sepanjang masa.

Saat ini, Doritos memiliki sekitar 17 pilihan rasa. Di Indonesia sendiri, Doritos hanya tersedia dalam tiga rasa, yaitu Barbeque, Nacho Cheese dan Roasted Corn.

Baca juga: 5 Alat Musik Tradisional Indonesia yang Mendunia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan