Bantuan Kuota Internet Masih Berlanjut, Ini Cara Daftarnya!

  • Whatsapp

Pemerintah kembali membagikan program bantuan kuota internet gratis dari bulan Maret hingga Mei mendatang.

Program ini masih berlanjut karena Proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang masih berjalan karena pandemi Covid-19.

Berbeda dengan periode sebelumnya, untuk periode ini kuota internet yang diberikan lebih kecil dari tahun lalu. Jika sebelumnya kuota yang diberikan mulai dari 20GB hingga terbesar 50GB perbulannya, saat ini diberikan lebih kecil hingga 15GB.

Bagi kalian yang sebelumnya belum pernah mendapatkan mendapatkan bantuan kuota internet, sekarang masih bisa mendaftar loh! Simak caranya berikut ini.

Untuk Siswa

Yang pertama adalah, kalian pastikan memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan terdaftar di aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapokdik). Kemudian daftarkan daftarkan nomor ponsel ke pihak sekolah atau kampus.

Setelahnya, operator satuan pendidikan memastikan diri sudah terdaftar di Jaringan Pengelolaan Data Pendidikan dan Kebudayaan dan menginput data nomor ponsel guru dan dosen serta siswa dan siswi di aplikasi Dapodik.

Mahasiswa dan Dosen

Sedangkan di jenjang pendidikan tinggi, perguruan tinggi wajib terdaftar di aplikasi PDDikti dan pengelola PDDikti perguruan tinggi menginput data nomor ponsel mahasiswa dan dosen ke aplikasi PDDikti.

Selanjutnya, Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikbud mengumpulkan data nomor ponsel pendidik dan peserta didik dari aplikasi Dapodik dan PDDikti. Operator seluler bekerja bersama Pusat Data dan Teknologi Informasi untuk mengecek apakah nomor-nomor ponsel tersebut statusnya aktif.

Sebagai salah satu mekanisme untuk memastikan kebenaran data, pemimpin satuan pendidikan perlu menerbitkan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang menyatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas kebenaran data nomor ponsel yang terinput. masih bisa mendapat. Namun bantuan kuota akan diberikan bulan berikutnya. Berikut cara mendaftar kuota Kemendikbud.

Pertama harus memastikan dulu memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan terdaftar di aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapokdik). Kemudian peserta didik atau mahasiswa mendaftarkan nomor ponsel ke pihak sekolah atau kampus.

Setelahnya, operator satuan pendidikan memastikan diri sudah terdaftar di Jaringan Pengelolaan Data Pendidikan dan Kebudayaan dan menginput data nomor ponsel guru dan dosen serta siswa dan siswi di aplikasi Dapodik.

Sedangkan di jenjang pendidikan tinggi, perguruan tinggi wajib terdaftar di aplikasi PDDikti dan pengelola PDDikti perguruan tinggi menginput data nomor ponsel mahasiswa dan dosen ke aplikasi PDDikti.

Selanjutnya, Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikbud mengumpulkan data nomor ponsel pendidik dan peserta didik dari aplikasi Dapodik dan PDDikti. Operator seluler bekerja bersama Pusat Data dan Teknologi Informasi untuk mengecek apakah nomor-nomor ponsel tersebut statusnya aktif.

Sebagai salah satu mekanisme untuk memastikan kebenaran data, pemimpin satuan pendidikan perlu menerbitkan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang menyatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas kebenaran data nomor ponsel yang terinput.

 

Baca juga: Fitur Undo Send Twitter, Begini Cara Menggunakannya!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan