Kapolresta Malang Dilaporkan Ke Mabes Polri Oleh Aliansi Mahasiswa Papua

  • Whatsapp
Kapolresta Malang Dilaporkan
Aliansi Mahasiswa Papua laporkan Kapolresta Malang Leonardus Simarmata (foto: Tempo/Andita Rahma)

Kapolresta Malang Kombes Pol Leonardus Simarmata dilaporkan ke Propam Mabes Polri oleh Kuasa Hukum Aliansi Mahasiswa Papua Michael Himan.

Dalam hal ini aliansi Mahasiswa Papua mengutuk keras pernyataan Kapolres yang memberikan izin bagi anak buahnya untuk menembak para mahasiswa apabila masuk ke dalam Mapolres. Menurutnya, pernyataan itu merendahkan derajat manusia.

Bacaan Lainnya

Himan, dikutip dari CNN menerangkan, peristiwa itu terjadi pada Senin (8/3) lalu saat mahasiswa Papua yang tergabung dalam Gerakan Solidaritas Papua Bersama Rakyat (Gempur) sedang menggelar aksi di Malang, Jawa Timur.

Mereka menyuarakan isu tentang hak-hak perempuan dan penolakan otonomi khusus (Otsus) Papua jilid II yang hendak diperpanjang.

“Sehingga kami meminta pada Kapolri, Jenderal Sigit untuk bertindak cepat atau tidak melakukan tindakan pada Kapolres,” tambah dia.

Sebagai informasi, pernyataan Kapolres itu terekam kamera dan menjadi viral di media sosial. Salah satu akun yang membagikan video tersebut adalah akun milik aktivis Papua Veronica Koman, @VeronicaKoman.

“Jika kamu masuk batas, halal darahnya, tembak. Halal darahnya, tembak. Kamu masuk pagar ini, kamu halal darahnya,” demikian suara yang terdengar dalam dalam video yang beredar tersebut di media sosial, Selasa (9/3).

Video Kapolresta Malang dipotong

Menurut Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Gatot Repli Handoko menuturkan bahwa video yang sengaja dipotong oleh perekam dan pembuatnya itu membuat konteks pernyataan menjadi tak utuh.

Perkataan itu, kata dia, dilontarkan lantaran mahasiswa Papua mengancam masuk ke dalam area Markas Kepolisian. Sehingga, dia mewanti-wanti agar hal tersebut tak dilakukan.

“Narasinya sebetulnya tidak begitu, itu sebetulnya hanya penggalan kalimat yang dipotong oleh yang membuat video, sengaja,” kata Gatot.

Hal senada juga disampaikan oleh Leonardus, ia mengatakan instruksi tersebut diberikan untuk para demonstran—orang-orang Papua—yang ada di luar pagar, tapi video tersebut telah dipotong sehingga tak lagi tepat konteks.

“itu videonya dipotong. Yang benar adalah mereka mencoba merangsek masuk ke dalam satuan saya. Itu kan pintu ditutup. Kalau ada yang mencoba merusak markas, mencoba masuk, maka kami lakukan tindakan tegas itu tadi,” kata dia.

Baca juga: Love Alarm 2 Mulai Tayang Hari ini di Netflix

Pos terkait

Tinggalkan Balasan