Nawal El Saadawi, Feminis Mesir Meninggal Dunia

  • Whatsapp
Nawal El Saadawi1. [Twitter/@NawalElSaadawi1]
Nawal El Saadawi1. [Twitter/@NawalElSaadawi1]

Tokoh pejuang hak asasi manusia perempuan, feminis  asal Mesir, Nawal El Saadawi, meninggal dunia di usia 89 tahun pada pekan lalu.
Dikutip CNN, Tak lama setelah kabar ini beredar, sejumlah rekan El Saadawi langsung mengucapkan belasungkawa melalui jejaring sosial, termasuk penulis asal Mesir, Mona Eltahawy.

Melalui kicauan di akun Twitter resminya, Eltahawy mengutip salah satu tulisan di buku karya El Saadawi, Woman at Point Zero.

Profil Nawal El Saadawi

El Saadawi lahir di Kafir Tahla, Mesir pada 27 Oktober 1931. Ia dilahirkan dari keluarga yang memiliki latar belakang ekonomi berkecukupan, sang ayah adalah seorang pejabat pemerintah dengan gajdi yang terbilang kecil dan sang ibu berasal dari latar belakang keluarga kaya.

Parnikahanya dengan sang suami dikaruniai dua orang anak yakni Atef Hatata dan Mona Helmi.

El Saadawi kecil pernah mengalami hal yang kurang lazim bagi anak seusianya, saat itu usia El Saadawi baru menginjak 10 tahun namun keluarganya bersikeras untuk menikahkanya.

Beruntung sang ibu berada pada pihak El Saadawi kecil, ia bisa keluar dari masalah tersebut berkat pembelaan yang dilakukan oleh ibunya. Sampai pada akhirnya keluarnya sepakat untuk mendukung El Saadawi dalam dunia pendidikan.

Berangkat dari kasus tersebut EL mulai sadar bahwa dalam kehidupan yang ia jalani anak perempuan selalu dinomor duakan dibanding dengan anak laki-laki, dengan kata lain anak perempuan tidak memilki kebebasan untuk memilih pilihanya sendiri.

Ia melanjutkan karir profesinalnya dengan menjadi direktur kesehatan masyarakat Pemerintah di Mesir, kala itu El memang sudah kerap kali menuangkan ide-ide pikiranya dalam sebuah tulisan

Timeline Sepak Terjang El Saadawi

  • Mendirikan Solidaritas Perempuan Arab (1982)
  • Ditutupnya Asosiasi Solidaritas Perempuan Arab oleh pemerintah Mesir (1991)
  • Bekerja sebagai professor tamu di Duke University, AS (1993)
  • Menginisiasi Program Wanita di UN-ECWA di Beirut (1994)
  • Kembali ke Mesir (1996)
  • Didakwa oleh pengadilan Mesir dengan tuduhan menyebarkan ajaran sesat (2001)
  • Mencalonkan diri untuk menjadi presiden (2004)
  • Melakukan perlawanan terhadap presiden Hosni Mubarak (2011)

Profesi El Saadawi

  1. Penulis
  2. Aktivis
  3. Dokter
  4. Psikeater
  5. Jurnalis
  6. Etnografer
  7. Buku Karya El Saadawi

 

Secara keseluruhan ada total kurang lebih 27 buku yang sudah ia lahirkan, benang merah yang ia angkat dalam setiap tulisanya adalah cerminan kehidupan sosial masyarakat perempuan di Arab, terlebih di Mesir.

  1. Women at Point Zero (1975)
  2. Three taboos: sex, religion and power (1984)
  3. Memoirs from the Women’s Prison (1958)
  4. The Hidden Face of Eve (1977)
  5. Menurut beberapa sumber buku-buku yang pernah diterbitkan oleh El Saadawi pada kala itu sempat disensor dan dilarang untuk diperjual belikan, terutama di negara Mesir.

Fakta Unik tentang El Saadawi

Berikut adalah contoh pemikiran-pemikiran El Saadawi:

Menentang semua doktrin agama yang menyangkal hak perempuan, kolonialisme, kemunafikan blok barat
Kritik terhadap kelompok feminis yang memisahkan antara kesetaraan perempuan dengan kapitalisme
Menentang penindasan yang memiliki korelasi dengan pemikiran Marxis mengenai perbedaan kelas, dominasi kerajaanm patriarki, fundamentalisme agama dan kapitalisme.

Artikel ini telah terbit di Suara.com dengan judul: Profil Nawal El Saadawi, Aktivis Feminis Mesir yang Tutup Usia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan