Soal Tarawih di Masjid, PBNU: Tetap Patuhi Prokes

  • Whatsapp
Soal Tarawih di Masjid, PBNU: Tetap Patuhi Prokes
(foto: Kompas)

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tidak melarang warga Nahdliyyin melaksanakan salat tarawih di masjid meski masih pandemi Covid-19.

Pernyataan itu tertuang dalam Panduan Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H.

PBNU mengimbau para jemaahnya untuk meramaikan masjid dengan rangkaian ibadah selama Ramadan, termasuk tarawih di Masjid. Namun, PBNU menekankan penerapan protokol kesehatan Covid-19 selama ibadah.

“Senantiasa meningkatkan amaliah keagamaan serta berupaya taqorrub (mendekatkan diri) kepada Allah SWT, memakmurkan masjid dan musala dengan melaksanakan salat fardu berjamaah, salat tarawih berjamaah, tadarus Alquran, itikaf dan memperbanyak amalan sunah lainnya dengan tetap mematuhi protokol pencegahan penyebaran Covid-19 yang ditetapkan oleh pemerintah,” seperti dikutip dari CNN Indonesia

Dalam panduan itu, PBNU juga mengimbau jemaah melakukan kegiatan sosial pembinaan umat. Lalu, PBNU pun meminta para pendakwah untuk menyampaikan esensi Islam serta menghindari ceramah provokatif.

PBNU juga mengimbau warga Nahdliyyin mematuhi kebijakan pemerintah terkait silaturahmi saat Idulfitri. Seperti diketahui, pemerintah melarang mudik pada tahun ini guna mencegah penularan Covid-19.

PBNU berharap para pendakwah menyosialisasikan kewajiban zakat. Mereka pun menyampaikan imbauan terkait pelaksanaan salat Id.

“Melaksanakan salat Idulfitri 1442 H di masjid dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat sesuai dengan yang ditetapkan oleh pemerintah,” bunyi poin keenam panduan tersebut.

Di akhir panduan, PBNU berharap warga Nahdliyyin bermunajat kepada Allah SWT selama Ramadan. Nahdliyyin diminta mendoakan bangsa Indonesia selamat dari musibah, bencana, ataupun pandemi.

“Berbagai kegiatan dengan ketentuan protokol kesehatan selama bulan Ramadhan dan Idulfitri 1442 H sebagaimana di atas, dapat dilaksanakan di daerah-daerah dengan status pandemi hijau dan kuning,” tulis PBNU di akhir surat panduan.

Baca juga: Ketum PBNU Jadi Komisaris Utama PT KAI (Persero)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan