Saham LUCY Milik Wulan Guritno Masuk Zona Gocap, BEI Beri Peringatan

  • Whatsapp
Wulan Guritno
Artis cantik Wulan Guritno Komisaris LUCY. Foto dok. Instagram @wulanguritno

Nama artis Wulan Guritno diketahui menjadi komisaris independen di PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) yang melantai di Bursa Efek Indonesia pada 5 Mei 2021 lalu. Saham LUCY diketahui menawarkan harga perdana sebesar Rp100 per lembar saham.

Saham LUCY yang baru beberapa hari melantai di bursa itu nampaknya mengalami penurunan dan masuk kedalam zona gocap. Zona gocap adalah sebutan para investor untuk saham yang harganya Rp50 per lembar saham. Data dari RTI menyebutkan harga saham LUCY saat ini mengalami penurunan sebesar 9,09 persen pada Jumat (21/5) dan tootal 39,02 persen dalam sepekan.

PT Lima Dua Lima Tiga Tbk milik artis Wulan Guritno itu berhasil menghimpun dana sebesar Rp33,7 miliar atau senilai 337.500.000 lembar saham pada masa penawaran perdana atau IPO (Initial Public Offering).

Rencana Ekspansi Usaha Wulan Guritno

Mengutip Detik.com, Corporate Secretary Lucy in The Sky, Ratna Sari, mengatakan dana tersebut nantinya akan dimanfaatkan perusahaan untuk rencana ekspansi dan pengembangan bisnis.

“Rencana melakukan ekspansi bisnis sebenarnya sudah berjalan sejak satu bulan sebelum perusahaan melantai di bursa saham. Sesuai rencana perusahaan untuk melakukan pengembangan, setelah mendapatkan dana dari publik,” kata Ratna dalam pernyataan resminya pada Jumat (21/5/2021).

Ratna melanjutkan, pada kuartal II-2021 ini emiten dengan kode LUCY telah merealisasikan strategi pengembangan bisnis di antaranya renovasi gerai Lucy in The Sky SCBD Jakarta yang ditargetkan dapat selesai pada Juni 2021 mendatang. Selain itu, rencana pembukaan gerai baru mereka di Senayan Park sudah masuk tahap finalisasi kontrak dan ditargetkan akan dibuka pada September 2021.

LUCY Diperingatkan oleh BEI

Pergerakan harga saham LUCY yang dipimpin dan dikelola oleh Wulan Guritno ini mendapat sorotan dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham emiten yang melantai di bursa dua minggu lalu itu mengalami penurunan di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).

“Perlu kami sampaikan bahwa bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Lidia M Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Irvan Susandy dalam pengumuman bursa, Sabtu (22/5) yang dikutip dari Kumparan.com.

Meski pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal, namun Lidia mengimbau kepada para investor agar tetap memperhatikan beberapa hal.salah satunya adalah mencermati kembali kinerja perseroan dan keterbukaan informasinya, mengkaji rencana corporate actin perseroan apabila rencana tersebut mendapatkan persetujuan RUPS dan mencermati jawaban LUCY atas permintaan konfirmasi bursa.

 

Baca Juga: Elon Musk ‘Ngetwit’, Investor Bitcoin Panik

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan