Review Film 3 Days to Kill, Aksi Kevin Costner dalam Memburu Teroris

  • Whatsapp
3 Days to Kill
3 Days to Kill (imdb)

Baru-baru ini film besutan sutradara McG, 3 Days to Kill tayang di layar kaca Indonesia. Film yang dirilis pada tahun 2014 itu kembali memanjakan mata pemirsa yang rindu dengan aksi Kevin Costner.

3 Days to Kill dibintangi oleh Amber Heard, Kevin Costner dan Hailee Steinfeld itu mengisahkan Ethan Runner (Kevin Costner) yang bekerja menjadi seorang mata-mata internasional.

Namun, Ethan mengidap penyakit kanker dan memaksanya untuk berpisah lantaran melindungi mantan istri dan anaknya.

Ia diminta untuk menjalankan misi terakhir dan tentunya misi ini menjadi misi terberat sepanjang kariernya. Misi tersebut adalah mengurus teroris yang paling kejam di dunia.

Di saat yang bersamaan, Ethan diminta untuk menjaga anaknya karena sang mantan istri tengah pergi ke luar kota.

Sementara itu, agen Vivi Delay (Amber Heard) memberikan misi itu dan menawarkan obat penawar untuk kankernya. Mau tidak mau Ethan harus menyetujui tawaran itu.

Dapatkah Ethan menyelamatkan keluarganya di tengah kehancuran sedangkan ia juga harus memburu teroris?

Review film 3 Days to Kill

Setelah 3 Days to Kill dirilis, film ini mendapat respon yang kurang bagus dari para kritikus film. Melansir Rotten Tomatoes, film ini hanya mendapatkan skor 28% dari 122 ulasan dengan rata-rata rating 4,4 dari 10. Sedangkan Metacritic merilis skor 40 dari 100, berdasarkan 30 kritik.

Meski demikian, film 3 Days to Kill memperoleh laba kotor sebesar $52,6juta di awal pekan. Nilai ini bahkan berhasil mengalahkan The Lego Movie yang hanya meraup laba $31,3juta.

Dalam situs Rotten Tomatoes, sejumlah kritikus menyebutkan bahwa sang sutradara McG nampaknya tidak konsisten antara mengusung film aksi atau drama keluarga.

“Sutradara McG tampaknya tidak yakin apakah dia harus berkonsentrasi pada aksi atau drama keluarga,” tulis Geoffrey Macnab.

Kritik lainnya juga dilontarkan oleh seorang kritikus Mike Massie untuk film 3 Days to Kill.

“Mulai dari karakter klise dan dialog hampa hingga nada yang tidak konsisten dan kejenakaan yang tidak serasi,” tulisnya.

Namun tidak sedikit pula yang memberikan komentar positif terhadap film itu. Seperti saat film menunjukkan adegan drama yang terjadi pada keluarga Kevin.

 

Baca juga: Peran Berbeda The Abomination dalam Film Shang-Chi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan