Mario Mandzukic Resmi Gantung Sepatu di Usia 35 Tahun, Berikut Perjalanan Karirnya

  • Whatsapp
Mario Mandzukic
MArio Mandzukic saat membela timnas Kroasia di laga Piala Dunia 2018 (REUTERS/Darren Staples)

Penyerang asal Kroasia, Mario Mandzukic, resmi pensiun dari dunia sepak bola. Mandzukic menghentikan kariernya sebagai pesepak bola profesional pada usia 35 tahun.

Melansir BolaSport, keputusan Mario Mandzukic gantung sepatu dirilis secara resmi di situs Federasi Sepak Bola Kroasia, Jumat (3/9).

“Mario Mandzukic mengumumkan akhir kariernya bermain sepak bola. Salah satu pemain terhebat Kroasia sepanjang masa.”

“Setelah 17 tahun, dia mengucapkan selamat tinggal,” tulis kalimat perpisahan dari federasi hns-cff.hr.

Mandzukic juga mengumumkan secara pribadi kepada khalayak mengenai keputusannya pensiun melalui akun Instagramnya dengan mengunggah surat untuk dirinya di masa lalu.

Pakar transfer dunia, Fabrizio Romano, mengungkapkan bahwa Mandzukic yang tidak memiliki tim sejatinya sempat mendapat proposal dari dua klub sebelum memutuskan pensiun.

Fabrizio Romano menyebut proposal dari kedua klub tersebut datang dalam beberapa miggu terakhir.

Namun, Mandzukic menolak kedua proposal yang datang dan tetap memilih untuk pensiun dari dunia sepak bola.

Perjalanan Karir Mario Mandzukic

Mario Mandzukic
Saat membela AC Milan (AFP/Miguel Medina)

Mario Mandzukic merupakan pesebakbola kewarganegaraan Kroasia yang bermain pada lini serang tim sebagai striker. Ia mengawali karir sepak bola dengan bergabung dengan klub yang bermarkas di Jerman, TSF Ditzingen di tahun 1992.

Dua belas tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2004, Mandzukic menjadi bagian dari NK Marsonia dan hanya bermain untuk satu musim.

Pada musim panas 2005, ia bergabung dengan NK Zagreb. Performa yang ia tunjukkan selama bergabung dalam tim yang bermarkas di Stadion u Kranjcevicevoj tersebut berhasil menarik perhatian dari beberapa klub besar Eropa seperti Chelsea dan Manchester United.

Pada musim panas tahun 2008, Mandzukic dibeli oleh Klub Dinamo Zagreb dengan biaya transfer sejumlah EUR1,3 juta untuk mengisi kekosongan posisi striker yang sebelumnya diisi oleh Eduardo. Awal kedatangannya di klub tersebut, ia langsung menempati posisi striker utama tim.

Musim pertama saat membela Dinamo Zagreb dihabiskan Mandzukic dengan bermain di 29 pertandingan dan membukukan 12 gol, namun disertai dengan sejumlah pelanggaran yang membuatnya harus menerima 8 kartu kuning sepanjang musim tersebut.

Sepanjang musim 2008-2009, Mario Mandzukic menjadi top skorer pada turnamen UEFA Cup dengan mencetak 16 gol dalam 28 pertandingan.

Status top skorer yang ia miliki membuatnya layak untuk bergabung dengan sebuah klub asal Jerman, yaitu VfL Wolfsburg pada tahun 2010. Tepat pada Juli 2010, Mandzukic menandatangani kontrak dengan manajemen VfL Wolfsburg dengan biaya transfer dispekulasikan mencapai EUR7 juta.

Paruh pertama musim 2010-2011 Mandzukic diturunkan secara rutin sebagai pemain cadangan. Ia lebih sering dimainkan di posisi sayap kiri di bawah arahan pelatih Steve McClaren dan mempercayakan lini serang tim pada Edin Dzeko.

Di musim selanjutnya terdapat pergantian pelatih dan di bawah arahan Felix Magath, Mandzukic kembali dimainkan di lini serang tim sebagai striker. Setelah mendapatkan kembali posisinya di rumput hijau, Mandzukic diturunkan pada 24 pertandingan sebagai starter dan mencetak 14 gol.

Mandzukic juga tercatat sebagai top skorer di turnamen UEFA Euro 2012 dengan menunjukkan performa impresif dan mencetak 3 gol.

Atas pecapaian tersebut, Mandzukic didapuk sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah VfL Wolfsburg. Di samping itu, ia juga menjadi idola para fans yang mengagumi performanya di atas lapagan serta perilaku baik yang konsisten ditunjukkan oleh striker asal Kroasia ini.

Mario Mandzukic
(REUTERS/Siphiwe Sibeko)

Pada penghujung Juli 2012, Mandzukic menandatangani kontrak dengan manajemen klub raksasa Jerman, Bayern Munich dengan biaya transfer EUR13 juta.

Dalam musim perdananya dengan Bayern Munich, Mandzukic mencatatkan perolehan gol sebanyak 15 gol pada 24 pertandingan. Ia kembali memperoleh status top skorer dan mengantarkan tim yang ia bela menjuarai beberapa turnamen.

Terhitung lima tropi kejuaraan diperoleh Bayern Munich atas partisipasi Mandzukic sejak 2012. Turnamen tersebut antara lain Bundesliga, German Cup, UEFA Super Cup, FIFA World Cup dan Champions League.

Mario Mandzukic

Mandzukic pun menjadi pemain berkewarganegaraan Kroasia pertama yang mencetak gol di babak final Champions League. Pada tahun yang sama, ia menerima penghargaan Croatian Footballer of the Year.

Selama dua musim ia membela Bayern Munich, Mandzukic mampu mencetak 33 gol di liga dan total 48 gol dari 88 pertandingan di semua kompetisi.

Setelah merasakan kesuksesan bersama Bayern Munich, Mandzukic hengkang ke klub peserta Liga Spanyol, Atletico Madrid, pada Juli 2014. Di klub tersebut, ia tetap menjadi pemain inti dengan mencetak 12 gol dari 28 pertandingan liga.

Total Mandzukic mencatatkan 20 gol dari 43 laga di semua ajang. Artinya, ia mempunyai rata-rata mencetak gol hampir di setiap 2 game. Pada timnya, ia menjadi top skorer kedua setelah Antonie Griezmann.

Mario Mandzukic

Usai membukukan 20 gol dalam satu tahun pengabdiannya membela Atletico Madrid, Mario Mandzukic pergi ke Juventus.

Sejak resmi bergabung dengan Juventus pada Juli 2015, Mandzukic sukses mencetak 44 gol. Ia menyempurnakan catatan golnya bersama Juventus dengan sederet perolehan trofi.

Mandzukic terlibat di balik raihan empat trofi Serie A, tiga Coppa Italia dan dua Piala Super Italia.

Setelah lima tahun yang panjang bersama Juventus, Mandzukic kemudian bergabung dengan klub Qatar, Al-Duhail pada Juli 2020.

Namun karirnya di Qatar tidak berlangsung lama. Setahun kemudian ia kembali ke Italia dan bergabung dengan AC Milan.

Membela AC Milan, Mandzukic hanya memainkan 11 laga tanpa catatan gol maupun assist. Ia kemudian resmi meninggalkan AC Milan pada akhir musim 2020-2021 dan berstatus tanpa klub hingga memutuskan pensiun pada awal September ini.

Dalam level nasional, Mario Mandzukic menjadi andalan lini depan Kroasia. Pemain kelahiran 21 Mei 1986 itu terlibat dalam perjalanan impresif Kroasia di Piala Dunia 2018.

Ia membantu timnas Kroasia mencapai final sebelum takluk di hadapan Perancis dan harus berpuas diri dengan gelar runner up.

Baca jugaRomelu Lukaku Resmi Diboyong Chelsea dengan Mahar EUR115 Juta, Bagaimana Nasib Inter?

Pos terkait

Tinggalkan Balasan