3 Bahaya Akibat Kekurangan Vitamin D

  • Whatsapp
Makanan yang mengandung Vitamin D
Makanan yang mengandung Vitamin D (iStock/yulka3ice)

Meski jarang terdengar, kekurangan vitamin D (vit. D) dapat memengaruhi banyak organ dalam tubuh. Termasuk tulang dan gigi. Kondisi kekurangan vit. D ini tidak hanya dialami oleh bayi dan anak-anak, namun juga dapat terjadi pada orang dewasa.

Kurangnya paparan sinar matahari, memiliki berat badan yang berlebih (obesitas) dan kurangnya konsumsi makanan yang mengandung vit. D dapat menjadi penyebab terjadinya kekurangan vit. D.

Bacaan Lainnya

Dampak Kekurangan Vitamin D pada Bayi dan Anak

Kekurangan vit. D yang ringan umumnya tidak menampakkan gejala khusus. Namun dalm kondisi yang sudah parah, kekurangan vit. D pada bayi dapat menyebabkan otot kaku, kejang dan bahkan kesulitan bernapas.

Jika terjadi pada anak, kekuragan vitamin ini dapat menyebabkan beragam gangguan seperti:

  • Kondisi ini akan menyebabkan anak mengalami nyeri pada tulang kaki, nyeri otot dan kelemahan otot. Rakitis juga bisa membuat bentuk kaki anak bermasalah, misalnya kaki O atau kaki X.
  • Gangguan pertumbuhan. Kekurangan vit. D pada anak akan berdampak pada gangguan pertumbuhan tinggi badannya.
  • Keterlambatan pertumbuhan gigi.
  • Mood dan emosi mudah berubah.
  • Rentan terhadap infeksi, termasuk infeksi sistem pernapasan.
  • Kelemahan pada otot jantung atau kardiomiopati.

Bahaya Kekurangan Vitamin D pada Orang Dewasa

Selain anak-anak, kekurangan vit. D juga bisa dialami oleh orang dewasa. Berbagai keluhan seperti rasa lelah, nyeri samar atau pegal dan perasaan tidak enak badan sering menjadi gejala tidak khas pada orang dewasa dengan defisiensi kekurangan vit. D yang ringan. Sedangkan dalam kondisi yang berat, defisiensi vit. D pada orang dewasa bisa menyebabkan osteomalacia.

Selain itu, sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara kekurangan vit. D dengan terjadinya beberapa penyakit ebrikut ini:

  1. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa orang dewasa yang mengalami kekurangan vit. D memiliki risiko dua kali lebih besar untuk mengalami demensia dan penyakit Alzheimer, dibandingkan dengan orang yang kebutuhan vit. D-nya tercukupi.
  2. Pada tahun 2014 terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa seseorang yang kekurangan vit. D berisiko lebih tinggi utnuk menderita Skizofrenia. Skizofrenia adalah gangguan kejiwaan yang ditandai dengan gejala berupa halusinasi, kecenderungan untuk menarik diri dari masyarakat dan bicara ngawur.
  3. Penyakit Jantung. Sebuah penelitian mengatakan bahwa kekurangan vit. D berhubungan dengan sejumlah penyakit jantung. Hal ini didukung dengan ditemukannya kekurangan vit. D pada 70% pasian yangs sedang menjalani angiografi koroner.

Damapk akibat kekurangan vitamin D dapat terjadi pada siapa saja dan tidak bis adianggap remeh. Oleh karena itu, penuhi kebutuhan vitamin D harian Anda dengan mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup, serta mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D seperti jamur, kuning telur dan ikan.

Sumber: Alodokter

 

Baca juga: Menkes Canangkan Vaksinasi COVID-19 Bagi Disabilitas

Pos terkait

Tinggalkan Balasan