Varian Baru Corona Semakin Merajalela, Perhatikan 7 Tips Cara Mencegahnya

  • Whatsapp
Varian Baru Corona
Deltacoronavirus (Wikipedia)

Setahun lebih pandemi COVID-19 melanda Indonesia dan berbagai negara di dunia, hingga kini belum, menunjukkan penurunannya. Bahkan WHO telah menemukan beberapa varian baru corona.

Penyebaran yang masif dan sangat cepat, membuat virus ini bermutasi dengan ganas dan membentuk sejumlah varian baru corona.

Bacaan Lainnya

Di Indonesia sendiri telah ditemukan beberapa varian baru COVID-19, mulai dari varian Alpha yang ditemukan pertama kali di Inggris, dan yang terbaru varian Delta yang ditemukan pertama kali di India.

Varian Delta sendiri hingga kini masih dalam pengamatan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. WHO menyampaikan bahwa varian baru corona ini dianggap lebih berbahaya karena menjadi sumber ledakan kasus infeksi COVID-19 di India. Oleh karena itu, WHO mengkategorikan varian ini dalam “Variant of Concern” (VOC) atau varian yang mengkhawatirkan.

Varian Baru Corona

Gejala yang terjadi pasa orang yang terinfeksi virus Delta ini mirip dengan virus asalnya. Namun, varian Delta membuat gejala-gejala tersebut menjadi lebih parah dan lebih sulit ditangani oleh tim medis.

Melansir CNBC Indonesia, data Kementrian Kesehatan hingga 13 Juni 2021 sudah menemukan 107 infeksi varian Delta di Indonesia. Jumlah ini jauh lebih besar dibanding varian Alfa dengan 36 infeksi, dan varian Beta dengan 5 kasus. Hal tersebut tentu saja membuat varian Delta menjadi VOC terbesar di Indonesia.

Fakta Varian Delta

1. Penularannya tiga kali lebih cepat

Menurut laporan Public Health England (PHE), penularan varian Delta atau B.1.617.2 bisa terjadi tiga kali lebih cepat menular dibandingkan varian asalnya.

2. Risiko rawat inap

Karakteristik Delta yang cukup berbahaya, meningkatkan risiko rawat inap sebesar 2,61 kali lebih tinggi. Peningkatan risiko sakit berat yang membutuhkan alat bantu napas juga terjadi 1,67 kali lebih tinggi. Artinya, varian ini dapat meningkatkan risiko kematian yang lebih tinggi juga.

3. Varian Delta bisa terdeteksi oleh PCR

Meskipun sebelumnya terdapat informasi bahwa varian Delta ini tidak bisa terdeteksi PCR, menurut dr. Adam dari Kobe Uiversity, varian ini masih bisa terdeteksi dengan pemeriksaan PCR.

4. Risiko reinfeksi

Varian Delta terbukti menurunkan kemampuan penetralisisr antibodi. Artinya, terdapat kemungkinan orang yang pernah terinfeksi varian ini sebelumnya, bisa terinfeksi kembali

7 Tips Cegah Penularan Varian Baru Corona

  1. Kurangi waktu berkumpul
  2. Batasi waktu ‘shopping’ di luar rumah
  3. Waspadai klaster tempat ibadah
  4. Waspada saat kembali bekerja dan sekolah
  5. Gunakan masker dengan baik dan benar, jika perlu gunakan masker dobel
  6. Jangan lupa untuk sering mencuci tangan atau menggunakan handsanitizer
  7. Lakukan vaksinasi

Selain ketujuh tips di atas, jangan lupa untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, menerapkan gaya hidup yang sehat bagi diri sendiri dan lingkungan.

Baca juga: Ini Beda Virus Corona Varian Delta dengan Virus Biasa

Pos terkait

Tinggalkan Balasan