5 Jenis Masker Rekomendasi WHO

  • Whatsapp
jenis masker rekomendasi who

Di era new normal ini masker menjadi salah satu perlengkapan yang wajib kita miliki kapanpun dan dimanapun kita berada. Namun dengan banyaknya jenis masker yang beredar di pasaran membuat kita bingung mana masker yang paling efektif untuk mencegah penyebaran virus.

Berikut ini kami sampaikan penjelasan World Health Organization (WHO) mengenai jenis – jenis masker yang efektif untuk mencegah penyebaran virus.

Jenis Masker versi WHO

1) Masker Kain

Menurut WHO masker kain adalah masker yang diperuntukkan untuk masyarakat umum yang sehat dan tidak bergejala, masker kain menjadi pilihan terakhir jika masker N95 dan masker medis sudah tidak tersedia di pasaran.

WHO juga menetapkan standar masker kain yang perlu memiliki 3 lapisan yaitu lapisan berbahan poliester yang tahan air (bagian depan), Lapisan polipropelina yang berfungsi sebagai penyaring (bagian tengah) dan bahan penyerap air seperti kapas (bagian belakang)

2) Masker Bedah 2 ply / Surgical Mask 2 ply

Masker ini hanya terdiri dari 2 lapisan yaitu lapisan luar dan lapisan dalam tanpa ada lapisan tengah yang berfungsi sebagai penyaring. Maka dari itu masker ini direkomendasikan oleh WHO untuk digunakan oleh orang-orang yang sehat.

Untuk mencegah penularan, direkomendasikan dalam pemakaian masker 2 ply ini harus didouble dengan masker lain baik masker kain atau masker 3 ply yang memiliki penyaring didalamnya.

3) Masker Bedah 3 ply / Surgical Mask 3 ply

Masker bedah yang terdiri dari 3 lapisan yang terdiri dari lapisan luar kedap air (bagian depan), lapisan penyaring dengan densitas tinggi (bagian tengah) dan lapisan penyerap cairan berukuran besar yang berfungsi untuk menyerap cairan yang keluar ketika batuk atau bersin (bagian dalam) ini direkomendasikan oleh WHO untuk digunakan oleh masyarakat yang memiliki gejala penyakit seperti flu,batuk atau semacamnya, selain itu masker ini diwajibakan untuk digunakan oleh orang yang berusia 60 tahun keatas atau orang- orang yang bekerja di bidang kesehatan.

4) Masker N95

Menurut WHO, masker ini merupakan masker paling aman yang beredar di pasaran karena tak hanya dapat melindungi pemakai dari droplet tapi masker ini juga dapat melindungi pemakai dari cairan yang berbentuk partikel kecil seperti aerosol.

WHO merekomendasikan masker ini untuk dipakai oleh tenaga kesehatan yang kontak secara dekat dengan pasien yang terinfeksi Covid 19.

5) Reusable Facepiece Respirator

Masker ini menurut WHO memiliki keefektifan lebih tinggi dari N95 untuk mencegah penyebaran virus, namun tergantung dengan kualitas dan jenis filter yang dimiliki.

Masker ini mampu menyaring partikel kecil sampai yang berbentuk gas, masker ini direkomendasikan untuk para pekerja yang memiliki risiko tinggi di dalam aktifitasnya dan dapat digunakan secara berulang selama filternya masih berfungsi dengan baik.

Cara merawat jenis Masker Kain

Selain itu, WHO membuat pedoman perawatan masker kain yang benar. Nah, begini cara merawat masker kain, menurut lembaga di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu:

Jika masker kain tidak kotor atau basah dan Anda berencana untuk menggunakannya kembali, masukkan ke dalam kantong plastik bersih yang dapat ditutup kembali. Jika Anda perlu menggunakannya lagi, pegang masker di simpul elastis saat melepasnya dari kantong.

Cuci masker kain dengan sabun atau deterjen dan sebaiknya air panas (setidaknya 60 derajat Celcius) paling tidak sekali sehari.

Jika air panas tidak tersedia, cuci masker dengan sabun atau deterjen dan air bersuhu ruangan, dilanjutkan dengan merebus masker selama 1 menit. Atau, dengan merendam masker dalam 0,1% klorin selama 1 menit dan membilas masker secara menyeluruh dengan air suhu kamar (tidak boleh ada residu klorin beracun pada masker).

Pastikan Anda memiliki topeng sendiri dan jangan membaginya dengan orang lain.

“Ingat, penggunaan masker kain saja tidak cukup untuk memberikan tingkat perlindungan yang memadai. Pertahankan jarak fisik minimal 1 meter dari orang lain dan sering-seringlah membersihkan tangan,” imbuh WHO.

Baca juga: Google Doodle Kampanyekan Pencegahan Covid-19 dengan Memakai Masker dan Jaga Jarak

Pos terkait

Tinggalkan Balasan