5 Alat Musik Tradisional Indonesia yang Mendunia

  • Whatsapp
Alat Musik Tradisional

Perkembangan dunia musik yang semakin canggih, keberadaan alat musik tradisional tidak pernah hilang dan masih banyak diminati oleh masyarakat. Bahkan tidak sedikit alat musik tradisional Indonesia yang telah dikenal hingga ke mancanegara.

Indonesia terkenal akan keragaman seni dan budayanya. Keragaman tersebut tercermin dalam beberapa aspek, mulai dari bahasa daerah, baju adat, rumah adat hingga alat musik.

Keragaman alat musik tradisional tersebut berbeda antara satu daerah dengan daerah yang lain. Masing-masing alat musik memiliki ciri khas dan nilai tersendiri.

Sejarah Alat Musik Tradisional Indonesia

Seni musik di Indonesia muncul dan berkembang jauh sebelum agama Hindu dan Budha. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa seni musik telah melampaui batas bahasa dan budaya.

Musik nusantara adalah musik yang berkembang dengan mencerminkan identitas Indonesia, baik dari segi bahasa maupun melodinya.

Perkembangan seni musik di Indonesia terbagi dalam beberapa periode, diantaranya adalah periode pra Hindu-Budha, periode setelah Hindu-Budha, Periode setelah pengaruh Islam, periode kolonial hingga periode modern atau kontemporer.

Identitas musik Indonesia dimulai sejak zaman sebelum masehi, dimana tempat budaya Zaman Perunggu bermigrasi ke kepulauan yang terbentuk sejak anad ke-2 atau ke-3.

Musik suku tradisional nusantara sering menggunakan instrumen perkusi seperti drum dan gong. Beberapa instrumen musik yang berubah menjadi instrumen yang kompleks dan beragam, seperti Sasando drai Pulau Rote, Angklung dari Jawa Barat dan instrumen Gamelan dari Jawa dan Bali.

Melansir situs indonesia.go.id berikut lima alat musik tradisional Indonesia yang mendunia:

1. Angklung

Alat musik yang terbuat dari bilah-bilah bambu yang disusun in berasal dari Jawa Barat. Angklung digoyangkan sehingga mengeluarkan melodi yangindah. Karena satu Angklung mewakili satu tangga nada, maka Angklung harus dimainkan oleh banyak orang agar dapat menghasilkan nada yang indah.

Menariknya, Angklung telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia dalam daftar Representative List of Intangible Cultural Heritage of Humanity.

Tidak hanya itu, Angklung juga pernah mencatat rekor dunia di Guiness Book of World Record karena dimainkan oleh kurang lebih lima ribu orang partisipan dari seluruh dunia. Mereka berhasil membawa lagu ‘We Are the World’ karya Michael Jackson di Washington, Amerika Serikat. Keberhasilan tersebut digawangi oleh sang maestro Angklung bernama Daeng Udjo dari Sanggar Seni Saung Mang Udjo di Bandung.

2. Gamelan

Alat Musik Tradisional

Salah satu yang menjadikan Gamelan mendunia adalah adanya sejumlah negara yang memasukkan Gamelan sebagai kurikulum pendidikan, seperti UCLA, University of Minesota dan Michigan University.

Selain itu, di beberapa kampus di Inggris seperti Cambridge University dan University of Manchester juga menerapkan kurikulum tersebut. Di negara tetangga, Singapura, bahkan Gamelan dijadikan mata pelajaran di sekolah setingkat SD-SMP-SMA.

Gamelan merupakan gabungan alat musik yang menonjolkan gambang, metalofon, gendang dan gong. Sama halnya seperti Angklung, Gamelan juga harus dimainkan bersama.

Karena ketenaran Gamelan, pemerintah berencana untuk mengajukan gamelan sebagai warisan budaya dunia ke PBB dan UNESCO.

3. Sasando

Alat Musik Tradisional

Alat msuik petik ini berasal dari pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Nama Sasando menurut asal katanya dalam bahasa Rote adalah Sasandu yang berasal dari kata Sandu atau Sanu yang artinya bergetar atau meronta.

Sasando pernah dibawakan Djitron Pah asal Indonesia dalam ajang Asia’s Got Talent 2015. Hingga akhirnya dentingan merdu Sasando tersebut membawa Djitron dan keluarganya keliling dunia.

Djitron telah menjelajahi tiga benua. Perlahan dia memperkenalkan alat musik tradisional Indonesia di kancah dunia. Djitron telah membawa Sasandonya ke Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Belanda, Italia, Finlandia, Jerman hingga Taiwan.

4. Tifa

Alat Musik Tradisional

Alat musik Tifa berasal dari Indonesia bagian Timur, tepatnya Papua dan Maluku. Tifa terbuat dari kayu berbentuk tabung dan dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik ini biasa dimainkan saat upacara adat dan pertunjukan musik serta tarian tradisional.

Tifa merupakan jenis alat musik dengan satu suara, sehingga tifa dapat menjadi suara utama dan pengatur irama saat dimainkan dengan alat musik lainnya.

Alat musik Tifa di Papua dan Maluku memiliki bentuk yang berbeda. Di Papua, bagian tengah Tifa lebih melengkung dan memiliki pegangan pada bagian bawah. Sedangkan Tifa di Maluku berbentuk tabung dan tidak memiliki pegangan.

Tifa terdiri dari beberapa jenis, antara lain Jekir, Potong, Dasar dan Bas. Pembagian jenis Tifa tersebut dibedakan berdasarkan warna suara, sehingga saat dimainkan bersama, jenis-jenis Tifa ini harus disesuaikan dengan warna suara dan fungsi masing-masing.

5. Kolintang

Alat Musik Tradisional

Kolintang atau yang juga biasa disebut Kulintang merupakan alat musik yang berasal dari Sulawesi utara. Kolintang terbuat dari kayu yang disusun dan dimainkan dengan cara dipukul.

Kolintang terkenal luas di masyarakat Minahasa dan kerap digunakan untuk upacara adat, pertunjukan musik hingga pertunjukan tari.

Kolintang sudah ada sejak zaman dahulu yang digunakan masyarakat untuk mengiringi upacara ritual adat yang berhubungan dengan penghormatan roh leluhur.

Saat ini fungsi Kolintang beralih menjadi lebih kreatif. Alat musik ini dimainkan untuk mengiringi tari, lagu maupun orkestra. Dalam pertunjukan, biasanya semua jenis musik Kolintang seperti loway, cella, karua rua, uner, uner rua, katelu, ina esa, ina rua dan ina taweng digabungkan dengan formasi yang dibuat sedemikian rupa hingga menghasilkan nada yang pas dan seirama.

Itulah beberapa alat musik tradisional Indonesia yang mendunia.

Baca juga: Mochtar Kusumaatmadja Tutup Usia, Namanya Dikenal Hingga Ke Negeri Tetangga

Pos terkait

Tinggalkan Balasan