Puasa Asyura 10 Muharram, Sejarah dan Keutamaannya

  • Whatsapp
Puasa Asyura

Puasa Asyura merupakan puasa sunnah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Puasa Asyura dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram. Pada tahun 2021, hari Asyura jatuh pada hari Kamis, 19 Agustus 2021.

Hukum asal puasa Asyura adalah wajib sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan pada tahun kedua hijriah. Setelah turun perintah diwajibkannya puasa Ramadhan, puasa ini menjadi sunnah muakkad atau yang sangat dianjurkan.

Bacaan Lainnya

Sejarah dan Perintah Puasa Asyura

Setelah Nabi melaksanakan hijrah dari Makkah ke Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi sedang berpuasa hari Asyura, maka beliau memerintahkan para sahabat untuk berupuasa Asyura.

Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim, saat Nabi bertanya mengapa kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura, mereka menjawab bahwa hari Asyura merupakan hari yang agung dimana Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya.

Atas dasar tersebut, Nabi Muhammad SAW berpuasa dan memerintahkan puasa di hari Asyura.

Riwayat lain mengatakan, kaum Quraisy juga melaksanakan puasa di hari Asyura. Pada masa jahiliah kaum Quraisy berpuasa Asyura. Sehingga Rasulullah juga memerintahkan untuk puasa Asyura, sampai datang perintah yang mewajibkan puasa Ramadhan.

Oleh karena itu, Rasulullah bersabda, ‘Barangsiapa yang berkehendak (ingin berpuasa), maka silakan berpuasa. Dan barang siapa yang berkehendak (tak ingin berpuasa), maka tidak berpuasa’.

Hadits tersebut menyiratkan bahwa setelah turunnya perintah yang mewajibkan puasa Ramadhan, maka hukum puasa Asyura menjadi sunnah.

Tidak hanya puasa di hari Asyura saja yang dianjurkan, namun juga puasa Tasu’a (hari kesemblan bulan Muharram) dan hari kesebelas juga diperintahkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk berpuasa juga.

Hal tersebut dimaksudkan untuk menjadi pembeda antara ritual ibadah orang Muslim dan kaum Yahudi.

Keutamaan Puasa Asyura

Melansir NU Online, berikut beberapa keutamaan puasa di hari Asyura:

1. Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan

Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda, “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulannya Allah, Muharram,” (HR. Muslim)

2. Menghapuskan dosa setahun yang lalu

Di antara keutamaan puasa ini ialah dapat menghapus dosa setahun yang lalu. Dari sahabat Abu Qatadah, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar Ia mengampuni dosa setahun yang lalu,” (HR at-Tirmidzi)

Yang dimaksud dengan penghapusan dosa dalam hadits tersebut adalah dosa-dosa kecil, bukan dosa-dosa besar. Namun, jika tidak memiliki dosa kecil, maka diharapkan adanya keringanan dari dosa-dosa besar. Jika tidak, maka akan diangkat derajatnya oleh Allah.

Baca juga: Keutamaan 3 Puasa di Bulan Muharram

Pos terkait

Tinggalkan Balasan