Fakta Menarik Kue Bulan, Simbol Keabadian 1000 Tahun Lalu

  • Whatsapp
Kue Bulan
Festival Kue Bulan pada peringatan Mid-Autumn. (foto: twitter/senjatanuklir)

Tepat pada hari ini Selasa, 21 September 2021, festival mooncake atau kue bulan dirayakan. Kue asal China ini tidak lepas dari sebuah sejarah panjang, bahkan sudah dibuat dan disajikan sejak ribuan tahun lalu.

Mooncake atau kue bulan adalah salah satu kue tardisional asal China yang identik dengan Festival Mid-Autumn atau festival pertengahan musim gugur di China. Festival kue bulan ini jatuh pada hari kelima belas di bulan kedelapan kalender China. Biasanya jatuh pada akhir September atau awal Oktober setiap bulannya.

Bagi orang China, festival ini dianggap sebagai waktu untuk berkumpul dengan keluarga, kerabat dan teman-teman sambil menikmati kue bulan. Saat ini, kue bulan sangat mudah ditemui, dari mulai kue klasim hingga kekinian dijual di banyak toko kue dan bakery.

Melansir detikfood, kue ini memiliki sejarah sangat panjang. Jika dirunut asl muasalnya, kue ini bahkan sudah disajikan sejak ribuan tahun lalu. Bukan hanya sekedar makanan, namun juga sarat akan filosofi dan makna mendalam bagi masyarakat China.

Berikut sejarah dan fakta seputar mooncake:

Kue Bulan Dibuat Lebih dari 1000 Tahun Lalu

Kue Bulan

Kue bulan dahulu disebut sebagai Yue Bing yang dalam bahasa China artinya kue tradisional. Kue manis dengan bentuk khas ini dipercaya berasal dari Dinasti Song (960-1279). Selama berabad-abad kue ini disajikan sebagai makanan istimewa.

Saking istimewanya kue ini kerap diibaratkan sebagai makanan para Dewa sehingga tak heran kalau kue ini kerap disajikan sebagai makanan persembahan. Selain dikenal dengan sebutan Yue Bing, kue bulan klasik juga disebut Yue Tuan dan Xiao Bing.

Selama masa pemerintahan Kaisar Dinasti Tang Xizong (873-888), kue bulan menjadi makanan suguhan kepada tamu kerajaan. Di masa Dinasti Tang inilah diyakini sebagai awal dari gelaran Festival Kue Bulan yang disajikan setiap pertengahan musim gugur.

Tradisi membuat dan makan kue bulan kemudian berlanjut pada Dinasti Ming (1368-1644). Meskipun dahulu tersaji sebagai makanan para bangsawan namun kini kue tersebut bisa disantap siapapun dari berbagai kalangan.

Kue Bulan Versi Klasik

Kue Bulan
Mooncake (Foto: Getty Images/Edwin tan)

Dalam versi klasik, kue ini kerap disebut gaya Kanton. Kue ini memiliki bentuk bulat dengan diameter sekitar 10 cm dan tebal sekitar 4 cm.

Di bagian atas permukaan kue dihias denga karakter dan tulisan China. Umumnya bertuliskan “umur panjang”, “kesejahteraan” dan “hidup bahagia”. Secara tardisional, kue bulan diberi isian pasta padat yang terbuat dari kacang biji teratai, kacang merah dan jujube atau manisan kurma China.

Namun kini kue bulan memiliki banyak varian isi mulai dari telur asin, potongan buah, aneka kacang dan versi gurih isi daging ham. Di zaman sekarang, mooncake juga dijumpai versi kekiniannya dengan isian rasa matcha, charcoal hingga red velvet.

Dianggap Sebagai Simbol Keabadian

Kue bulan kerap dikaitkan dengan Chang’e yakni Dewi Bulan Tiongkok dan dianggap sebagai simbol keabadian. Chang’e pernah meneguk ramuan keabadian dan dipercaya naik ke Istana Bulan.

Kue ini juga kerap disajikan sebagai persembahan bagi Dewi Bulan. Selain itu, ada juga legenda yang menyebutkan jika kue bulan adalah makanan favorit Chang’e sang Dewi Bulan. Dengan menyantap kue ini, orang-orang berharap bisa mendapatkan umur panjang.

Baca juga: 6 Makanan Favorit Song Joong Ki, Aktor Tampan yang Sedang Rayakan Ulang Hari Ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan