4 Amalan dan Doa di Malam Rebo Wekasan 6 Oktober 2021

  • Whatsapp
Rebo Wekasan
Amalan dan doa di hari Rebo Wekasan (Foto: Unsplash)

Rebo Wekasan atau hari Rabu terakhir di akhir bulan Safar pada penanggalan Hijriyah adalah hari yang diyakini oleh sebagian besar masyarakat Jawa sebagai hari turunnya bala’. Adapun pada tahun ini, Rebo Wekasan jatuh pada 6 Oktober 2021.

Beberapa ulama juga membenarkan hal tersebut, merujuk pada pendapat Imam Abdul Hamid al-Qudsi dalam Kanzun Najah, menukil keterangan Imam ad-Dairaby yang menyebut bahwa pada hari Rebo Wekasan Allah SWT menurunkan 320.000 bala’ dari langit.

Begitu pula merujuk pada penjelasan Imam al-Qurtuby dalam tafsirnya al-Jami li Ahkamil Qur’an yang menjelankan bahwa yaumin nahs yang terus emnerus tersebut terjadi pada hari Rabu akhir dalam satu bulan.

Amalan Rebo Wekasan

Kebenaran perihal tradisi dan kepercayaan mengenai Rebo Wekasan memang simpang siur, mengingat banyaknya ulama yang memiliki pendapat berbeda-beda.

Bagi ulama yang tidak meyakini, mereka menyebut tidak ada satu amalan pun yang patut dilaksanakan di malam Rebo Wekasan.

Sementara itu, bagi ulama yang meyakini, mereka mengatakan bahwa terdapat beberapa amalan dan doa yang bisa dibaca pada hari Rabu terakhir di bulan Safar tersebut.  Dengan harapan dan permohonan kepada Allah SWT agar selalu terhindar dari segala bala’ dan malapetaka.

Berikut adalah doa dan amalan di hari Rebo Wekasan, merangkum jatimnetwork.com:

1. Salat Hajat li daf’il bala’ (salat Hajat tolak bala)

Waktu pelaksanaan salat dimulai dari hari Selasa dari waktu asar hingga maghrib. Kemudian dapat pula dilaksanakan pada waktu asar hingga maghrib di hari Rabu terakhir tersebut.

Salat ini dilaksanakan empat rakaat, baik dengan dua tasyahud satu salam maupun dua tasyahud du salam.

Jika dua tasyahud satu salam, maka niatnya sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنَّةَ الحَاجَةِ لِدَفْعِ البَلاَءِ أَرّبَعَ رَكَعَاتٍ لِلهِ تَعَالى

Sementara jika melaksanakan salat dengan dua tasyahud dua salam, maka niatnya adalah sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنَّةَ الحَاجَةِ لِدَفْعِ البَلاَءِ رَكَعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالى

Setelah membaca al-Fatihah, kemudian membaca Surat al-Kautsar 17 kali, Surat al-Ikhlas 5 kali, Surat al-Falaq 1 kali dan Surat an-Nas 1 kali. Hal ini dilakukan pada tiap-tiap rakaat. Artinya setiap rakaat membaca semua surat tersebut.

2. Doa mohon dijauhkan dari segala bala’

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ اللَّهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ اِكْفِنِيْ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا أَنْتَ اِرْحَمْنِيْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ .اللهم بِالسِّرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ وَأُمِّهِ وَبَنِيْهِ اِكْفِنِيْ شَرَّ هَذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِيَ الْمُهِمَّاتِ يَا دَافِعَ الْبَلِيَّاتِ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَصَلىَّ اللهُ تَعَالىَ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ (٣)

“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, yang Maha sangat kekuatannya, yang Maha Kuat KepastianNya. Wahai Allah yang Maha Mulia, wahai Dzat yang karena karena kemulyaanMu seluruh makluk-Mu rendah, peliharalah saya dari kejelekan seluruh Makhluk-Mu. Wahai Allah yang memberikan kebaikan, kelebihan, kenikmatan dan kemulyaan. Wahai Dzat yang tidak ada Tuhan kecuali Engkau, sayangilah saya dengan kasih sayang-Mu. Wahai Allah yang Maha memberi Rahmat, Ya Allah dengan rahasia (sirrinya sayyidina Hasan, cucu Nabi) dan saudaranya, dan kakeknya, ayahnya, ibunya, anak-anaknya, peliharalah saya dari kejelekan hari ini dan segala kejelekan segala yang terjadi di dalamnya. Wahai Allah yang Maha Memelihara atau mencukupi orang-orang susah, Wahai Allah yang Maha menolak bala’ (cobaan).”

3. Minum air suwukan

Air suwukan adalah air yang diberi bacaan doa) seperti yang tertera pada kitab Nihayatuz Zain.

4. Melaksanakan amalan-amalan baik

Amalan-amalan baik tersebut seperti halnya bersedekah, bersilaturahim dan lain sebagainya, sebagaimana yang disyariatkan dalam agama Islam dengan pengharapan agar dijauhkan dari bala’ (daf’ul bala).

Baca juga: Ini Bacaan Doa Setelah Sholat Tahajud

Pos terkait

Tinggalkan Balasan